Zakat fitrah untuk Ramadhan tahun ini di Kabupaten Subang

Zakat fitrah untuk Ramadhan tahun ini di Kabupaten Subang

Assalamu'alaikum... Sampurasun ... Rampes...  

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Subang, sudah menetapkan nominal besaran zakat fitrah untuk Ramadan tahun ini. Kalau dinominalkan secara uang, untuk besaran zakat fitrah di kabupaten Subang sudah ditetapkan yaitu Rp25 ribu. Harga terbaru di Disperindag Subang, untuk harga bahan pokok beras rata-rata satu kilogramnya Rp10 ribu. 


Kalau pakai beras 2,5 kilogram, biasanya sih mamang pakai beras 3,5 liter, mungkin tahun ini juga tetap pakai beras, dan Alhamdulillah besok di tempat mamang merupakan panen padi, mudah – mudahan yang memanen padi selalu dalam kesehatan dan dikuatkan berpuasanya... Amiin 


Zakat fitrah untuk Ramadhan tahun ini di Kabupaten Subang
Panen padi kecamatan Pagaden Barat kabupaten Subang


“Diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu ia menuturkan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah guna membersihkan orang-orang yang berpuasa dari noda perbuatan sia-sia dan rafats (keji), dan guna memberi makan kepada orang-orang miskin. Barang siapa yang menunaikannya sebelum shalat ied, maka yang ia keluarkan dianggap sebagai zakat yang diterima (sah), dan barang siapa yang menunaikannya setelah shalat ied, maka yang ia keluarkan dianggap sebagai shadaqah biasa.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dll)
Mang Yono

Author :

Sampurasun... Rampes... Saya dipanggil Mang Yono, Yono adalah nama kecil dan nama yang dikenal keluarga Saya. Sedangakn embel – embel "Mang" adalah panggilan "Om" untuk orang Sunda hehehe... Saya adalah orang yang banyak kekurangan, selalu tersenyum tapi mudah terharu. Terimakasih atas kunjungannya brother yang baru saja membaca artikel berjudul Zakat fitrah untuk Ramadhan tahun ini di Kabupaten Subang .
Share Artikel

Artikel Terkait

19 komentar

enak yah...ndak pakai beli. mamang banyak sawahnya, apalagi bntr juga panen.....
Kaya raya dong .................... ^_^

kalau beras sih Alhamdulillah ndak beli.. tapi kalau yang lain ya tetep beli walau harga sembako melambung, kalau padi tingkat petani ya tetep segitu aja ... Amiin, mudah mudahan kedepannya begitu

Mantep mas, kalau saya biasanya zakat uang langsung, biar kalau sudah banyak beras, bisa buat beli lauknya :)

saya kalau di kampung juga zakat pakai beras Mang, tapi di sini zakatnya uang (karena kesepakatan) dan lebih efektif penyalurannya.

wah kalo saya nggak di desa nggak disini sama aja mang zakat pake beras ..hehehe :D maklum masih anak sekolahan :)

zakat memang penting untuk dibayarkan. Kalau ditempat saya macam2 Mang, ada suka langsung dan melalui lembaga, tapi banyak yang melalui lembaga. bagi yang punya kemampuan, selain bayar zakat (bisa beras dan uang) juga banyak yg melebihkan sebagai sedekah. yang penting penyalurannya tepat sasaran.
sukses selalu untuk Mang Yono yang selalu posting dengan hal-hal berhubungan dengan keseharian.

efektif itu nama orang pasti

Di kampung saya juga Rp. 25 ribu mang, kok bisa sama ya ..? contek-contekan pasti ..

iya mas, lebih boleh kurang jangan ya, lebih baik lebi daripada kurang, terimakasih kunjungannya mas

uang dan beras kata pak ustadz juga boleh kan.

iya mbak tergantung dari daerah itu sendiri kan, kalau daerah Riau Duri kota Kecamatan Mandau,Kabupaten Bengkalis, saya juga ndak pernah liat sawah, kalau kebun sawit malah bannyak

nama bken mas... hehe

mau beras - mau uang katanya sih sama sajah... oooh anak sekolahan, pasti kenal sama si Dul... piiiis ah

Anak yang sulung mas, kalau saya yang narik layangannya... hehe sama saja ya main layangan hehe

bisa jadi begitu, mas.... kok bisa ya, padahal jauh kan daerahnya?

kalau akuh zakatnya uang lebih efektif penyalurannya.

kan pupuknya harus dibeli mbak Indah hehe,,jadi bukan berarti gratis nya Mang hehe,,,

sama Mang saya juga kalau Zakat Fithrah selalu pakai beras,biar bisa langsung dimasak sama yang menerimanya nanti hehe


- Tidak Boleh pasang link aktif dan ngiklan di komentar
- Dilarang komentar berbau por+no, berbau ke2rasan, berbau kemenyan